Metaverse sedang menjadi trending topik saat ini dan diprediksi akan menjadi the next big thing di masa mendatang seperti munculnya era internet dan media sosial beberapa tahun silam. Prediksi tersebut bukan tanpa alasan, melainkan karena raksasa teknologi seperti Facebook Meta, Apple, Microsoft, dan Google sedang bersiap untuk merilis produk hardware dan layanan software baru di tempat yang sejauh ini menjadi ceruk pasar bagi pengguna awal.

Beberapa tahun ke depan akan menjadi penting bagi usaha kecil dan besar serta investor sebagai implikasi pasar dari metaverse yang akan menjadi semakin jelas. Bagi mereka yang ingin memulai lebih awal, berikut adalah rincian singkatnya.

Apa Arti Metaverse untuk Bisnis?

Metaverse dapat digambarkan sebagai ruang virtual tiga dimensi di mana pengguna dapat berkumpul melalui avatar yang menyerupai mereka dan meniru gerakan mereka sehingga mereka dapat berinteraksi satu sama lain dan lingkungan, yang juga mereplikasi dunia fisik dengan modifikasi tertentu.

Metaverse akan menjadi iterasi berikutnya dari internet dan dunia media sosial, dengan beberapa perbedaan:

  1. Pengguna dapat login melalui virtual reality (VR); ini membuka kemungkinan keterlibatan merek baru, mulai dari mencoba pakaian hingga menjelajahi real estate.
  2. Pengguna dapat ditempatkan di mana saja di dunia, menghilangkan hambatan geografis apa pun dalam e-commerce.
  3. Pengguna akan dilengkapi dengan dompet digital (e-wallet) di metaverse, yang membuat transaksi pembelian lebih lancar.
  4. Pengguna akan dapat berteleportasi dengan bebas di sekitar metaverse sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam grup dan bergabung (dan membayar) acara.
  5. Pengguna akan terlibat dalam pengalaman bercerita jenis baru yang dibantu oleh video 360° dan pemodelan 3D, yang berarti dunia digital advertising juga akan ikut bertransformasi.

Nantinya, tiap Perusahaan akan ikut serta mengadaptasi metaverse menjadi saluran lain dalam bauran pemasaran (marketing mix) yang menonjol. Strategi multisaluran (omnichannel) untuk pemasaran, penjualan, dan CX (customer experience) harus berkembang untuk memasukkan realitas virtual. Selebihnya, akan ada juga Perusahaan yang akan menjadi metaverse native, sama seperti kita memiliki perusahaan digital native hari ini tanpa kehadiran fisik.

Apakah Metaverse Menjadi Ancaman bagi Bisnis Tradisional?

Setiap saluran atau ekonomi baru pasti akan menciptakan persaingan, dan metaverse tidak berbeda. Perusahaan yang berhasil membuat terobosan awal ke metaverse berdiri untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan.

Ini dapat memiringkan skala secara tidak proporsional terhadap bisnis besar, karena mereka adalah yang memiliki selera risiko terbesar.

Perusahaan seperti Ralph Lauren dan Nike, sedang mengerjakan proyek branding VR yang sesuai dengan visi untuk metaverse. Mayoritas bisnis tradisional dapat berjuang untuk itu, tetapi pada akhirnya harus beradaptasi.

Saran Meta untuk Pemilik Bisnis Saat Ini

Saat Facebook (sekarang  disebut sebagai Meta) secara bertahap membongkar rencananya untuk Metaverse, implikasi untuk bisnis akan muncul di masa mendatang. Perusahaan selalu menekankan semangat kewirausahaan, mengandalkan usaha kecil dan lokal untuk bisa maju dan juga berkembang.

Sekarang, saat memasuki fase baru dalam evolusinya, ia menawarkan tiga wawasan untuk pemilik bisnis:

  1. Metaverse akan diciptakan bersama melalui aliansi global creators, pembuat kebijakan, bisnis, dll. Pemilik bisnis akan mendapatkan hak lingkungan operasi yang aman.
  2. Use case pertama dari metaverse adalah untuk mempromosikan bisnis di dunia fisik. Misalnya, berbelanja di VR dapat meningkatkan penjualan ritel.
  3. Aplikasi 2D akan bertindak sebagai jembatan antara realitas digital saat ini dan metaverse. Bisnis didorong untuk mengembangkan kehadiran digital mereka di Facebook, Instagram, Messenger, atau WhatsApp untuk merampingkan transisi.

Penting untuk diingat bahwa dunia virtual populer, Second Life, pernah memiliki ekonomi lebih dari $550 juta. Metaverse bisa tumbuh menjadi lebih besar dan lebih cepat dimana bisnis harus mulai bersiap mulai dari hari ini.

Cybertrend adalah IT Consulting yang fokus memajukan pengoptimalan Bisnis melalui Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence), Machine learning, Visualisasi dan Solusi Analisis Data. Kontak kami untuk mengetahui product innovation dan solusi-solusi layanan data analytics melalui email di page contact.