Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memprediksi pertumbuhan pertanian akan meningkat sebesar 70% untuk memenuhi permintaan yang diproyeksikan (“The Future of Agriculture”, 2016). Ini artinya ada kebutuhan besar untuk meningkatkan produksi tanaman dengan sumber daya yang terbatas seperti tanah, air, dan pupuk untuk memenuhi kebutuhan populasi yang semakin meningkat.

Melalui data science yang sudah menjadi bagian dari setiap industri khususnya di era 4.0 dapat membantu kebutuhan tersebut melalui data analytics. Data analytics memungkinkan teknologi modern dalam pengumpulan data tanah, air, dan mineral dari pertanian dan menyimpannya dalam sistem terpusat yang dikenal sebagai Internet of Things (IoT). Adapaun beberapa peran data analytics untuk memajukan Industri pertanian sebagai berikut :

  1. Data Analytics Dapat Meningkatkan Pengelolaan Tanaman

Para profesional pertanian biasanya mengandalkan pengalaman dan saran dari sesama petani di daerah tersebut untuk memahami tanaman mana yang tumbuh paling baik selama waktu tertentu dalam setahun dan hal-hal spesifik lainnya

Karena software analytics saat ini dapat menunjukkan tren dalam jumlah data yang luar biasa, upaya pemuliaan tanaman seperti yang dijelaskan di atas dapat terjadi dengan efisiensi yang lebih besar dan kesalahan yang lebih sedikit. Dengan demikian, ilmu tanaman dan teknologi lainnya dapat berkembang lebih cepat.

  1. Data Analytics Memberikan Penilaian Risiko Yang Lebih Baik

Cara lain dari pusat data dan teknologi analitik membantu sektor pertanian adalah dengan memberikan wawasan yang dapat membuat petani dan anggota rantai pasokan pertanian lainnya lebih sadar akan risiko.

Sebuah perusahaan di Brasil bernama AgroTools menggunakan Google cloud platform dalam melakukan lebih dari 200.000 analisis setiap tahun pada 1.151 lapisan informasi. Karena kemajuan seperti drone dan gadget Internet of Things (IoT) yang mengarah pada pengumpulan lebih banyak informasi, volume total data AgroTools dapat mencapai 1.600 petabyte dalam hitungan tahun.

  1. Data Analytics Dapat Meningkatkan Manajemen Rantai Pasokan Pertanian (Agricultural Supply Chain Management)

Rantai pasokan pertanian menghadirkan sejumlah tantangan bagi petani dan distributor. Tidak seperti kebanyakan barang, produk makanan mudah rusak dan dapat menimbulkan risiko kesehatan jika tidak ditangani dengan benar selama pengangkutan.

Analisis data dapat sangat meningkatkan cara produk ini merambah dari ladang petani ke pasar di seluruh dunia. Distributor akan dapat mengidentifikasi ketidakefisienan dalam rantai pasokan mereka untuk membantu produk pertanian mencapai tujuan mereka lebih cepat dan lebih hemat biaya.

  1. Data Analytics dapat menanggulangi Hama dan Penyakit Tanaman

Hama pertanian dapat dengan cepat mengurangi keuntungan petani. Namun, penyalahgunaan pestisida dapat berdampak buruk bagi manusia, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya. Untungnya, beberapa perusahaan merekrut data scientists untuk membantu mereka mengembangkan platform yang menghadap pengguna yang menganalisis kapan harus menggunakan pestisida dan seberapa banyak yang harus digunakan.

Salah satunya adalah perusahaan Brazil bernama Agrosmart. Teknologinya mengandalkan sensor Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) untuk menentukan jenis serangga pada tanaman dan kuantitas yang ada. Petani kemudian mendapatkan laporan terkait dan dapat menggunakannya untuk merencanakan pendekatan pengelolaan hama mereka.

  1. Data Analytics juga dapat mendorong Efisiensi Pusat Data Industri Pertanian

Dalam hal ini bisa diambil contoh pada case pemanfaatan limbah pertanian. Ketika Apple mulai merencanakan pusat data di Denmark, Apple ingin menggunakan limbah biologis dari pertanian terdekat dengan cara yang kreatif. Perusahaan tersebut bermitra dengan Universitas Aarhus dalam beberapa tahun untuk mencari cara mengubah biogas yang terbuat dari bahan-bahan seperti jerami dan pupuk kandang menjadi listrik.

Dalam kasus lain, pusat data yang dioperasikan oleh Google di Taiwan berharap dapat mengandalkan profesional budidaya perikanan lokal dan memberikan kompensasi kepada mereka karena mengizinkannya memasang panel surya di tiang di dalam kolam ikan. karena pengaturan ini bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan lahan dengan tetap menghormati ekologi lokal, kesepakatan di masa mendatang seperti ini dapat menguntungkan pertanian juga.

Kedua kasus ini menunjukkan bagaimana perwakilan pusat data dapat bekerja sama dengan petani untuk menentukan cara memenuhi tujuan energi ramah lingkungan. Jika keduanya berhasil dalam jangka panjang, orang-orang dapat melihat contoh pekerja pertanian dan operator pusat data di masa depan yang saling menguntungkan.

Sebagai bidang pekerjaan yang dijuluki  The Sexiest Job of the 21st Century, tidak heran data scientist sangat dibutuhkan disetiap industri saat ini. Untuk itu, Cybertrend  melalui Data Academy memiliki misi untuk membantu perusahaan di berbagai industri dengan memberikan pelatihan di bidang data untuk meningkatkan keahlian data analytics para karyawannya baik yang memang diposisi sebagai data scientist maupun non-data scientist. Pelatihan-pelatihan tersebut bertujuan untuk menciptakan budaya berbasis data di perusahaan, sehingga pengambilan keputusan dilakukan dengan cepat dan tepat.

Sumber referensi :

https://towardsdatascience.com/6-ways-the-agricultural-industry-is-benefiting-from-data-scientists-b778d83f61db

https://www.vxchnge.com/blog/data-centers-analytics-and-agriculture