Setelah tertunda selama satu tahun karena pandemi covid-19, Akhirnya Oliampiade Tokyo 2020 kini resmi diselengarakan sejak opening ceremony nya berlangsung pada Jumat 23 Juli 2021. Dengan situasi pandemi yang masih terjadi secara global, Dalam penyelenggaraan Olimpiade ini  sangat berbeda dari olimpiade-olimpiade sebelumnya, dimana tidak akan ada penonton yang akan mendukung para atletnya yang sedang bertanding secara langsung dan akan lebih sedikit awak media yang bertugas dilapangan.

Tetapi jangan salah, setelah Tokyo dinobatkan sebagai kota tuan rumah untuk Olimpiade 2020, Pemerintah Jepang dengan antusias dukungan dari perusahaan-perusahaan di sektor teknologi di negara tersebut memutuskan akan menjadikan acara tersebut sebagai acara olarahga paling inovatif and penuh dengan implementasi teknologi paling maju yang pernah diadakan dalam Olimpiade yakni robotika mutakhir, automation (otomatisasi), dan computing (komputasi).

Inovasi teknologi dan robot super canggih ini pastinya dapat diandalkan dalam membantu para atlet, staff yang bertugas, para jurnalis dan juga para penonton dari seluruh dunia dalam mendukung para atletnya. Simak apa saja teknologi dan robot super canggih di Olimpiade Tokyo 2020 dalam artikel berikut!

High Tech Broadcast Services (Layanan Siaran yang berteknologi tinggi)

Olympic Broadcasting Service (OBS) bertangung jawab atas pembuatan film dan penyiaran olimpiade sejak tahun 2008. Akibat situasi pandemi, OBS terus berinovasi untuk dapat memberikan pengalaman penyiaran yang lebih maju dengan berbagai teknologi baru guna memberikan pengalaman menonton yang lebih nyata meskipun hanya menonton dari rumah. Oleh sebab itu, OBS untuk pertama kalinya memfilmkan seluruh game dalam gambar ultra-high definition (4K). Selain itu, OBS juga mengembangkan 3D Athlete-Tracking yakni sebuah sistem teknologi yang digunakan oleh OBS untuk mengambil gambar dari beberapa kamera dan menggabungkannya menggunakan artificial intelligence untuk menunjukkan aksi olahraga dari setiap sudut.

NHK sebagai penyiaran nasional Jepang pun mengambil bagian dalam invoasi teknologi dalam siarannya dengan mengembangkan kamera baru yang memiliki kekuatan dalam memberikan kualitas gambar 8K ultra-high definition bagi penonton yang memiliki perangkat televisi terbaru di Jepang. Keunggulan dari kualitas gambar ini adalah dapat menampilkan cara tubuh bergerak dalam detail yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Siaran Olimpiade Tokyo juga mencetak sejarah baru dalam teknologi digital yang membantu penonton di seluruh dunia,  untuk menonton acara besar ini melalui teknologi cloud untuk pertama kalinya karena tidak bisa berpergian ke kota tuan rumah akibat pandemi covid-19.

Facial Recognition Technology (Teknologi pengenalan wajah)

Teknologi pengenalan wajah yang dikembangkan oleh NEC akan mempercepat proses check-in dan keamanan. Cara kerja teknologi ini mengharuskan para pelancong untuk mendaftarkan gambar wajahnya di database dan melihat ke layer saat bersiap untuk naik pesawat. . Sistem ini menggunakan penanda biometrik di sekitar bagian wajah yang terlihat, terutama mata, untuk mengonfirmasi identitasnya bahkan dapat beroperasi dengan akurasi 99,9 persen saat seseorang mengenakan masker. Menurut NEC, seluruh prosedur ini hanya memakan waktu satu detik saja.

Sistem ini juga sedang diuji di toko serba ada yang tidak memiliki staf di dalam kantor pusat perusahaan di Tokyo, dan ada rencana untuk meluncurkannya di lebih banyak bandara di seluruh dunia dalam beberapa bulan mendatang.

Smart Robots (Robot-robot Pintar)

Pemerintah Jepang yang bekerja sama dengan Toyota juga menciptakan robot-robot pintar dalam berbagai bentuk dan penugasan di lokasi untuk membantu mensukseskan  acara olimpiade. Mulai dari bertemu dan menyapa para delegasi yang tiba di bandara Tokyo sampai mengantarkan makanan kepada para atlet dan staff yang ada di lokasi venue. Robot-robot itu adalah :

1. Miraitowa dan Someity

Miraitowa (berwarna biru), dan Someity (berwarna merah muda), adalah robot bermata besar yang bertugas sebagai penyapa dan penyambut para atlet dan orang-orang yang bertugas di venue. Robot yang dijadikan maskot Olimpiade Tokyo ini mampu melakukuan interaksi manusia yang ekspresif.

Mereka dikendalikan dari jarak jauh oleh operator manusia tetapi memiliki kamera onboard yang mengenali wajah dan ekspresi wajah dan berinteraksi dengan jabat tangan, anggukan kepala, dan mata yang berkedip.

Robot Miraitowa dan Someity, Maskot Olimpiade Tokyo 2020

(Sumber : Toyota)

2. Humanoid Robot, T-HR3

Toyota juga telah mengembangkan robot humanoid generasi ketiga T-HR3 seukuran manusia. Robot humanoid THR3 hadir dengan lebih banyak aksi. Perusahaan mengatakan bahwa T-HR3, yang dikendalikan oleh kacamata VR dan exoskeleton, akan dapat melakukan tos kepada atlet dan bahkan melakukan percakapan.

Humanoid Robot, T-HR3

(Sumber : Toyota)

3. Robot Telepresence, T-TR1

Robot ini memungkinkan orang menghadiri acara secara virtual dan berinteraksi dengan para atlet. Robot ini berbentuk layar vertikal tinggi yang menunjukkan gambar langsung dari penampil jarak jauh dan memiliki kamera yang dipasang di atas yang memberi sensasi  seseorang benar-benar berada di sana.

Siapa pun yang dipilih untuk ambil bagian juga akan dapat menggerakkan robot di sekitar tempat menggunakan remote control, dengan itu menampilkan gambar seukuran mereka di atasnya.

Robot Telepresence, T-TR1

(Sumber : Toyota)

4. Autonomous electric vehicles

Kendaraan listrik otonom yang bernama e-Palette ini merupakan self-driving car  yang bertugas sebagai transportasi atlet dan para staff dari olympics village ke venue dan sebaliknya. Pertama kali diluncurkan pada tahun 2018, e-Palette tanpa pengemudi telah dirancang untuk menetapkan standar untuk aplikasi praktis MaaS (mobilitas sebagai layanan).

Setiap e-Palette dapat membawa hingga 20 orang atau empat orang di kursi roda dan didukung oleh paket baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang yang memberikan setiap unit jarak tempuh sekitar 150km.

Autonomous electric vehicles

(Sumber : Toyota)

5. Delivery Support Robot (DSR)

DSR merupakan robot yang bertugas mengantarkan makanan dan minuman kepada mereka yang berada di dalam stadion dan diperintah oleh sebua aplikasi. Robot ini dirancang untuk mengantarkan makanan dan minuman ke penonton di 500 tempat duduk yang dapat diakses kursi roda dan juga untuk memandu para tamu yang membutuhkan bantuan mobilitas ke tempat duduk mereka. Karena situasi pandemi yang tidak menghadirkan para penonton, Robot tidak akan digunakan di Olimpiade namun masih bisa digunakan di Paralimpiade Tokyo, yang dimulai pada 24 Agustus.

Delivery Support Robot (DSR)

(Sumber : Toyota)