Bagi sebagian pelaku bisnis, tahun 2020 dianggap sebagai tahun krisis yang penuh ketidakpastian dikarenakan pandemi COVID-19. Hampir setahun ini, pemimpin-pemimpin perusahaan dari setiap industri  disibukan dengan  menyusun strategi untuk beradaptasi dan bahkan berubah dengan cara baru yang bisa diterapkan perusahaannya agar bisa terus bertahan.

Saat perusahaan-perusahaan diseluruh dunia terus merespons krisis dan mencari cara baru untuk beroperasi dan mendorong pertumbuhannya, tren teknologi strategis teratas  dari Gartner menyoroti area peluang dan cara bagi organisasi untuk membedakan diri dari pesaing.

Dikutip dari research yang dilakukan Gartner menyebutkan jika tren di tahun 2021 akan terbagi dalam tiga tema penting: People centricity (sentrisitas orang), Location independence (kemandirian lokasi), dan Resilient delivery (pengiriman yang tanguh).

People centricity : Meskipun pandemi mengubah jumlah orang yang bekerja dan berinteraksi di suatu perusahaan, namun orang-orang masih menjadi pusat dari semua bisnis. Mereka membutuhkan proses kerja yang bersifat digitalisasi agar dapat memudahkan dan berfungsi dengan kondisi saat ini.

Location Independence: COVID-19 telah mengubah pola kerja di perusahaan dari bisa bertemu secara langsung menjadi bertemu secara virtual karna penerapan sistem work from home (WFH). Independensi lokasi memerlukan peralihan teknologi untuk mendukung versi baru bisnis dan sistem yang diterapkan.

Resilient delivery: Baik disituasi pandemi atau resesi, kemampuan sistem layanan pengiriman dituntut agar dapat merespons, beradaptasi, dan memperkuat layanannya dalam menghadapi situasi yang terus berubah.

Sumber gambar : Gartner

A. People Centricity

  1. Internet of Behaviors (IoB)

Internet of Behavior (IoB) mengumpulkan  informasi aktivitas digital kehidupan orang-orang dari berbagai sumber, dan informasi tersebut  dapat digunakan oleh  organisasi publik maupun  swasta untuk memengaruhi perilaku. Dalam kata lain, konsep IoB berusaha untuk membahas bagaimana memahami data dengan benar dan menerapkan pemahaman itu untuk membuat dan mempromosikan produk baru dari perspektif psikologi manusia.

Data dapat berasal dari berbagai sumber, mulai dari data pelanggan komersial, media sosial hingga pengenalan wajah, dan karena semakin banyak data tersedia, IoB akan menangkap semakin banyak informasi. Selain itu, teknologi yang menggabungkan semua data dan mengubahnya menjadi insights data untuk membantu proses bisnis semakin canggih.

Data yang dikumpulkan melalui Internet of Things akan memberikan dasar bagi perusahaan untuk merencanakan upaya pengembangan, pemasaran, dan penjualan mereka.

  1. Total Experience

Total experience menggabungkan disiplin ilmu untuk menciptakan pengalaman keseluruhan yang lebih baik bagi semua pihak, salah satunya Multiexperience (MX). Multiexperience adalah beberapa mode akses menggunakan teknologi berbeda. Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2019.

Di tahun 2021 ini, Gartner memprediksikan bahwa evolusi berikutnya adalah pengalaman total atau total experience, yang mengikat tiga elemen penting: Employee experience (EX), Customer experience (CE) dan User experience (UX).

Memiliki strategi pengalaman total yang solid akan sangat penting bagi organisasi di tahun 2021, terutama karena interaksi bisnis dan pelanggan terus menjadi lebih virtual dan terdistribusi akibat tantangan yang diciptakan oleh COVID-19. Dengan kombinasi dari semua disiplin ilmu dan pengalaman ini, bisnis akan mengenali keunggulan kompetitif yang semakin kuat.

  1. Privacy-Enhancing Computation

Separuh dari organisasi besar akan menerapkan komputasi yang meningkatkan privasi untuk memproses data dilingkungan yang tidak terpercaya dalam waktu lima tahun, prediksi Gartner.

Komputasi yang meningkatkan privasi terdiri dari tiga jenis teknologi yang melindungi data saat digunakan untuk mengaktifkan pemrosesan data dan analisis data yang aman yakni:

  • Pertama, menyediakan lingkungan tepercaya di mana data sensitif dapat diproses atau dianalisis. Ini mencakup trusted third parties (pihak ketiga tepercaya) dan hardware-trusted execution environments (lingkungan eksekusi tepercaya untuk perangkat keras yang juga disebut komputasi rahasia).
  • Kedua, melakukan pemrosesan dan analitik dengan cara yang terdesentralisasi. Ini mencakup pembelajaran mesin federasi dan pembelajaran mesin yang sadar privasi.
  • ketiga, mengubah data dan algoritme sebelum diproses atau dianalisis. Ini mencakup privasi diferensial, enkripsi homomorfik, komputasi multipartai yang aman, bukti tanpa pengetahuan, persimpangan set pribadi, dan pengambilan informasi pribadi.

Gartner percaya bahwa pematangan kepatuhan privasi dan regulasi yang lebih luas akan berkontribusi pada perusahaan besar yang ingin melindungi data yang digunakan sambil menjaga keamanan atau privasi.

B. Location Independence

  1. Distributed Cloud

Cloud terdistribusi menyediakan opsi cloud publik ke lokasi fisik yang berbeda. Ini membantu masalah latensi, dan juga peraturan privasi yang mengharuskan data tertentu tetap berada di lokasi geografis tertentu. Hal Ini juga memungkinkan pelanggan mendapatkan keuntungan dari cloud publik dan menghindari solusi cloud pribadi yang mahal dan rumit.

  1. Anywhere Operations

Operasi di mana saja mengacu pada model operasi IT yang dirancang untuk mendukung pelanggan di mana saja, memungkinkan karyawan di mana saja, mengelola penyebaran layanan bisnis di seluruh infrastruktur terdistribusi serta model keterlibatan karyawan dan pelanggan.

  1. Cybersecurity Mesh

Jaring keamanan siber memungkinkan setiap orang atau benda untuk mengakses dan menggunakan aset digital apa pun dengan aman, di mana pun lokasinya, sambil memberikan tingkat keamanan yang diperlukan. Saat perusahaan mempercepat proses transformasi bisnis digital, keamanan harus mengikuti perubahan yang cepat.

C. Resilient delivery

  1. Intelligent Composable Business

Strategi ini semakin penting untuk diterapkan setiap perusahaan, berfokus pada aktivitas percepatan akselerasi bisnis pada transformais digital yang memberikan resilience dan agility perusahaan di situasi pandemi saat ini.

Organisasi telah menghabiskan beberapa tahun terakhir dengan fokus pada efisiensi, yang berarti ketika dihantam gangguan besar seperti COVID-19, banyak proses bisnis yang terlalu rapuh untuk cepat beradaptasi dan akhirnya tidak bisa bertahan. Selama proses pembangunan kembali, pemimpin perusahaan harus merancang arsitektur yang berfokus pada tiga poin penting berikut :

  • Memungkinkan akses yang lebih baik ke informasi
  • Dapat menambah informasi tersebut dengan insights baru
  • Dapat disusun, memiliki standar komponen yang sama dan dapat berubah serta merespons lebih cepat saat keputusan dibuat.
  1. Artificial Intelligence Engineering

Artificial Intelligence (AI) telah menjadi arus utama di dunia teknologi selama bertahun-tahun, konsep rekayasa AI terbukti menjadi tren baru yang revolusioner. Rekayasa AI memberi arahan yang lebih baik dalam proyek AI mereka. Mengembangkan proses rekayasa AI yang eksplisit akan menjadi kunci sukses melalui tiga pilar inti : menggabungkan elemen DevOps, ModelOps, dan DataOps.

DevOps terutama menangani perubahan kode berkecepatan tinggi, tetapi proyek AI mengalami perubahan dinamis dalam kode, model, dan data, dan semuanya harus ditingkatkan.  Organisasi harus menerapkan prinsip DevOps di seluruh pipeline data untuk DataOps dan pipeline model machine learning untuk MLOps (Gabungan “machine learning” and “operations”) guna mendapatkan keuntungan dari rekayasa AI.

  1. Hyperautomation

Hyperautomation adalah proses di mana bisnis mengotomatiskan sebanyak mungkin proses bisnis dan IT menggunakan alat seperti AI, machince learning, event-driven software, otomatisasi proses robotik, dan jenis lain dari proses pengambilan keputusan dan task automation tools.

COVID-19 yang dengan cepat mendorong organisasi untuk memungkinkan opsi digital-first yang lebih jauh. Hiperautomasi adalah kunci keunggulan operasional digital dan ketahanan operasional untuk organisasi.

Gartner menambahkan bahwa organisasi yang siap untuk beradaptasi akan mengatasi semua jenis gangguan. Selain itu, tren teknologi strategis ini tidak beroperasi secara independen satu sama lain, melainkan saling membangun dan memperkuat. Ketiga tema strategis ini bersama-sama dapat memandu organisasi bisnis dalam lima tahun ke depan disituasi yang tengah dihadapi.