AI & Data Science Memerangi Virus Corona Covid-19

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) platform BlueDot sudah melihat tanda-tanda Virus Corona jenis Covid-19 sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis pernyataannya terkait adanya virus tersebut. BlueDot sudah mengindikasikan adanya peningkatan virus corona pada Desember 2019, sedang WHO pada bulan Januari baru mengeluarkan pengumuman terkait Covid-19.

Kalimat “Sebarkan pengetahuan lebih cepat daripada penyebaran penyakit itu sendiri” mendorong Kamran Khan, seorang Ahli Epidemologi dan  Dokter asal Toronto, Kanada, mendirikan BlueDot. Teknologi artificial intelligence (AI) BlueDot adalah perangkat lunak yang dirancang untuk melacak, menemukan, dan membuat konsep penyebaran penyakit menular.  Aspek penting adalah big data, dimana teknologi AI  BlueDot akan memilih data dari ratusan ribu sumber, termasuk pernyataan dari lembaga resmi kesehatan masyarakat, media digital, data tiket maskapi global, laporan kesehatan peternakan, dan demografi populasi. Mesin pintar ini mampu mengolah cepat informasi jumlah besar setiap  15 menit, 24 jam sehari.

AI & Data Science Mendeteksi Penyebaran Wabah Corona

Natural language processing (NLP) adalah salah satu alat yang digunakan oleh BlueDot untuk melacak penyakit dan mendeteksi penyebarannya ke seluruh dunia. BlueDot menangkap sekelompok kasus pneumonia yang tidak biasa terjadi di sekitar pasar di Wuhan, China. BlueDot menandai keanehan tersebut. Lebih jauh BlueDot mengidentifikasi penyebaran Covid-19 berdasar data tiket maskapai global yang bepergian ke Wuhan. Data juga diambil berdasarkan volume wisatawan tertinggi dari Wuhan, seperti Bangkok, Hong Kong, Tokyo, Taipei, Phuket, Seoul, dan Singapura. Dan terbukti kota kota tersebut yang pertama mengumumkan kasus corona diluar China.

Kini kasus wabah virus corona Covid-19 telah menyebar ke lebih dari 90 negara di dunia. Ini juga mendorong para perusahaan teknologi utama dunia dari berbagai negara ikut terlibat membantu memeranginya.

AI Mendiagnosis dan Memonitor Terduga Pasien Corona

Sebagai asal mula penyebaran virus corona, China mengerahkan perusahaan perusahaan teknologi canggihnya yang punya reputasi global untuk  terlibat memerangi  virus corona. Alibaba mengembangkan algoritma kecerdasan buatan baru untuk menganalisis pemindaian CT scan untuk mendeteksi virus corona. AI Alibaba dapat mengidentifikasi ratusan gambar untuk menentukan pneumonia yang sangat dicurigai terinfeksi virus corona, sedikit dicurigai, dan yang tidak terinfeksi corona dalam 20 detik, dengan tingkat akurasi hingga 96 persen. Teknologi ini telah digunakan di banyak rumah sakit di banyak provinsi dan kota, dan terus diterapkan lebih banyak rumah sakit di seantero China.

SenseTime, salah satu perusahaan AI terkemuka di China, mengembangkan software pendeteksi suhu tanpa kontak. Teknologi ini digunakan di stasiun bawah tanah, sekolah dan pusat komunitas di Beijing, Shanghai dan Shenzhen. SenseTime juga mempunyai teknologi yang dapat mengenali wajah, bahkan jika objek tersebut  mengenakan topeng.

Pemerintah daerah provinsi Sichuan di Chengdu  memanfaatkan helm pintar yang dapat mengukur suhu siapa pun dalam radius 5 meter, dan membunyikan alarm jika mereka terdeteksi demam. Dengan fungsi serupa, menggunakan aplikasi Alipay Health Code, Smartphone juga bisa melacak penyebaran virus corona dan akan menampilkan seorang individu berwarna hijau, kuning atau merah yang menunjukkan tingkat suhu tubuh mereka.

Diluar China, startup teknologi kesehatan asal Singapura, Biofourmis,  membuat program pengawasan dan pemantauan jarak jauh atas pasien yang terduga terinfeksi virus corona (Covid-19). Pasien dipantau dengan platform Biofourmis Biovitals Sentinel yang menggunakan teknologi AI. Biovitals Analytics  akan mendapatkan lebih dari 20 sinyal fisiologis dari data sensor tersebut, termasuk suhu, detak jantung, gelombang nadi darah, variabilitas detak jantung, laju pernapasan, interval antar denyut jantung dan lainnya. Semua kumpulan data-data ini kemudian bisa diakses oleh dokter dan peneliti melalui plaform Biofourmis Biovitals. Teknologi ini sudah digunakan di Hong Kong.

AI Membantu Pelayanan Kesehatan Publik

Pada bidang e-commerce Alibaba meluncurkan layanan klinik online pada aplikasi Alipay dan Taobao untuk pengguna di provinsi Hubei, tempat virus corona pertama kali ditemukan, yang memungkinkan orang melakukan konsultasi online dengan dokter.

Pada bidang logistic, Alibaba meluncurkan layanan pengiriman obat kepada orang-orang untuk mengobati penyakit kronis. Layanan ini muncul ketika rumah sakit kewalahan karena virus corna.

Perusahaan Tencent telah meluncurkan layanan konsultasi kesehatan online gratis di platform layanan kesehatan online melalui WeChat, juga  ‘chatbot’ yang memungkinkan pengguna untuk mengajukan pertanyaan dan mendapatkan diagnosis dasar.

AI & Data Science Membantu Membuka Jalan Pengembangan Antivirus.

Raksasa teknologi Google juga ikut berkontribusi. DeepMind, unit AI Google, baru saja mempublikasikan prediksi susunan protein berkaitan dengan virus corona Covid-19.  Prediksi-prediksi ini merupakan open-source sehingga terbuka bagi para periset untuk membangun, mengadaptasi, dan membagikan temuan Deepmind.

Insilico Medicine adalah start-up lain yang menggunakan data analytics dengan fokus pada pencegahan penyakit. Berkantor di Maryland, USA, Insilico Medicine sedang mengembangkan teknologi yang akan memberikan informasi kepada para dokter tentang kemampuan molekul untuk memerangi virus corona. Sistem AI Insilico Medicine dengan cepat dan akurat menganalisa molekul dan menyediakan umpan balik yang cocok untuk melawan virus corona. Start-up ini sedang mengembangkan database informasi molekul yang bisa dimanfaatkan oleh para periset dalam memerangi penyebaran penyakit termasuk virus corona.

Sedang team cloud Alibaba membuat platform gratis bagi lembaga penelitian global guna membantu mereka mempercepat upaya yang disebut gene sequencing yang terkait dengan virus corona agar dapat membantu para ilmuwan dalam membuat vaksin lebih cepat.

Baidu, sebagai mesin pencari terbesar di China, juga telah mengembangkan kemampuan AI. Baidu memberikan algoritma yang disebutnya ‘LinerFold’ secara gratis ke lembaga pengujian gen, pusat kontrol epidemi, dan lembaga penelitian global dalam rangka membantu para ilmuwan memahami susunan genetik dari virus corona, dan dapat membantu upaya mengembangkan vaksin.

Semua upaya perusahaan teknologi diatas sejalan dengan harapan Lembaga kesehatan dunia WHO. WHO mendorong data diseminasi antara para periset, pemerintah dan komunitas bisnis agar lebih baik memerangi wabah penyakit ini. Menurut WHO, berbagi informasi akan lebih memastikan pemahaman terhadap virus dan secara bersama memerangi dengan mengadopsi penerapan terbaik. Tanggungjawab bersama adalah salah satu prioritas WHO yang didiskusikan di Genewa baru baru ini dimana para delegasi menekankan perlunya rencana kerangka kerja dan implementasinya dalam merespon krisis ini tepat waktu.

Referensi:

1.    David Yakobovitch, “How to Fight the Coronavirus with AI and Data Science”, Medium, Feb 15, 2020.

2.    DeepMind.com, “Computational Predictions of protein structures associated with COVID-19”, March 5, 2020.

3.    Bani Sapra, “Google’s DeepMind just shared AI-generated predictions about the coronavirus that could help researchers stem the global outbreak”, Business Insider, March 5, 2020.

4.    Cory Steig, “How this Canadian start-up spotted coronavirus before everyone else knew about it”, Makeit CNBC, March  2, 2020.

5.    Cindy Mutia Annur, “Startup Biofourmis Gunakan AI untuk Pantau Jarak Jauh Pasien Corona”, Katadata.co.id, 5 Maret 2020.

6.    TECH-CNBC Indonesia, “Cara Huawei & Alibaba Cs Perangi Virus Corona Pakai Teknologi”, 4 Maret 2020.

7.     Detikinet, “Robot hingga Helm Pintar, Kecanggihan yang Dipakai China Lawan Corona”, 7 Maret 2020.

Share:

Facebook
Email
LinkedIn
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Follow Our Social Media

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.